Wednesday, 1 February 2017

Dari mana saya harus belajar Bahasa Inggris?

Pertayaan diatas merupakan pertayaan yang umum diajukan para “manusia yang diselamatkan” untuk memulai belajar. Kata-kata itu akan muncul ketika kita sudah dalam kondisi mentok, sangat perlu dengan Bahasa inggris entah untuk lulus kuliah, kerja, maupun beasiswa. Jika pertayaan itu tidak muncul maka anda dalam posisi baru belajar Bahasa inggris. Dikondisi ini, pelajar sangat diuntungkan karena sudah punya kesadaran belajar berbahasa inggris, sedangkan yang mempunyai pertayaan diatas adalah orang-orang yang memiliki kesadaran yang terlambat, seperti contoh saya.

Berikut sebuah ilustrasi yang saya dapatkan dari sebuah buku panduan kursusan online. Mari kita kembali ke masa anak-anak dimana kita ingin bisa bersepeda. Apa yang kita lakukan pertama kali? mencari sepeda, entah itu pinjam tetangga, minta orang tua untuk membeli bekas atau baru, atau malahan warisan dari kakak. Setelah mendapatkan sepeda kita akan berusaha untuk belajar menaikinya  dengan bimbingan orang didekat kita. Setelah itu kita kan praktek bersepeda, kadang-kadang kita terjatuh dan luka namun kita punya keinginan untuk bisa belajar sepeda pancal supaya bisa bermain dengan tema-teman. Lama kelamaan kita bisa menguasai sepeda tersebut.


Dari ilustrasi diatas ada kata-kata yang harus kita highlight seperti :

1. “Kita ingin bisa bersepeda “
Pada awal-awal belajar Bahasa inggris kita harus meletakkan tujuan akhir dari pembelajaran kita entah itu score toefel, ielts, bia ngomong, nulis, atau cuman ingin bisa menonton film tanpa subtitle. Biasanya orang management menyebutnya dengan VISI. Anda harus punya visi, visi akan membimbing anda untuk melakukan dan bersikap agar bisa melaksanakan Visi tersebut. Namun tetap sebuah visi harus jelas dan terukur  sehingga kita mampu untuk menilai usaha kita apakah mengalami kemajuan atau jalan ditempat.

2. “Mencari Sepeda “
Kalo saya analogikan mencari sepeda disini adalah mencari alat belajar, instrument belajar, entah dalam bentuk buku bacaan, film, music, atau teman untuk mengobrol. Anda harus memiliki instrument belajar yang sesuai dengan Visi yang anda canangkan pada awal-awal. Kesalahan pemilihan instrument akan mempengaruhi hasil belajar anda, semisal anda ingin belajar ngomong inggris namun yang anda punya adalah buku Bahasa inggris dan teorinya. Apakah anda akan bisa ngomong dikemudian hari? Jawabannya pasti tidak, bisa punya itu memerlukan waktu yang sangat lama.

3. “belajar manaikinya”
Visi dan instrument belajar sudah dapat, setelah itu ya harus dipelajari. Sesakit apapun mata, semalas apapun hati, seenak apapun nongrong ini permintaan saya tolong luangkan 20 menit anda untuk belajar perhari dan itu tanpa gangguan. Inget yes tanpa gangguan, even itu gangguan dari HP, chat dari pacar, tetangga, maupun selles bank, keep concentration and persistence.

4. “bimbingan orang didekat kita”
Hal ini penting agar semangat belajar Bahasa inggris kita terjaga. Orang terdekat entah bapak, ibuk,saudara, pacar, ataupun tetangga akan dengan senang hati membantu anda menemani ngobrol, menyalahkan apa yang salah ataupun mengajari anda sesuatu yang tidak bisa. Pertayaan berlanjut jika kita tidak menemukan orang terdekat yang bisa membantu dalam proses belajar jawabannya jelas lakukan secara autodidak, guru les, atau buka google. For your information di internet anda kan menemukan segudang materi pembelajaran dan teman-teman sependeritaan dan seperjuangan. Ini sudah jaman internet bahkan anda bisa menggunakan smartphone anda sebagai teman belajar semisal aplikasi dualingo.

5. “kadang-kadang kita terjatuh dan luka”
Setalah sebulan, 2 hari, atau 2 detik belajar anda merasakan semua itu sia-sia, tidak bermanfaat, pointless, dan memang anda hanya mendapatkan kulitnya saja yaitu kerasnya cangkang ilmu. Anda belum masuk kedalam nikmatnya buah ilmu tersebut. Anda belajar sepeda, anda terjatuh, dan terluka apakah anda berhenti? Pasti tidak. Yoks kita ingat-ingat lagi visi kita, orang-orang terdekat kita dan rasanya nikmatnya buah itu. Jangan menyerah, keep fighting, keep struggling, kata orang jawa gusti alloh boten sare. Namun jangan lupa setiap progres yang anda capai anda harus mengukurnya dengan metode yang tepat.


Kembali kepertayaan pertama tadi dari mana saya harus belajar Bahasa inggris jawabanya adalah dari sekarang dan tergantung keperluan anda jangan mengikuti kemauan teman dan ingat bahasa inggris merupakan skill aktif atau kemampuan aktif yang harus diasah dan ditekuni seperti naik sepeda, entah itu Bahasa inggris pasif ataupun aktif, entah itu dari sisi listening, reading, writing, ataupun speaking. Tergantung dari visi anda masing-masing, jelas diperjalan anda akan terjatuh , dan anda harus bangkit. Dan sekali lagi ingat tujuan anda belajar.

Kenapa harus ke Kampung ingrish, pare?

Ada beberapa fakta disekitar kita yang harus kita renungkan bersama.
  • Hampir seluruh film bagus, box office, menggunakan bahasa pengantar bahasa inggris.
  • Lagu-lagu enak didengar kebanyakan bahasa inggris.
  • Buku-buku bagus, best seller, sebagian besar berbasaha inggris.
  • Journal-journal ilmiah bermutu umumnya berbahas inggris.
  • Buku panduan , manual book, peralatan elektronik menggunakan Bahasa inggish.
  • Dan banyak lainnya.
Apakah cukup dengan kemampuan kita belajar di bangku sekolah (6-12 tahun) tentang bahasa inggris mampu untuk mengatasi hal-hal itu? Beberapa orang menjawab iya mampu, namun sebagian besar mengatakan "tidak bisa” menggunakan bahasa inggris dengan baik dan benar, pasif maupun aktif.

Apakah kita hanya duduk sebagai penonton theater globalisasi dengan kopi dan rokok ditangan menikmati tontonan seru tanpa terlibat didalamnya? Secara short term tidak bermasalah, namun jika 5-10 tahun lagi kita tetap di kondisi seperti itu? Kita akan ketinggalan lokomotif globalisasi. Ingat kita hidup dijaman MEA, masyarakat ekonomi ASEAN, yang berarti kita tidak hanya bersaing dengan orang-orang Indonesia melainkan orang-orang dari negara-negara ASEAN. Apakah anda siap? Apa yang sudah dan sedang anda persiapkan?

Tanpa disadari kita dijajah dengan produk budaya yang sangat soft yaitu Bahasa, untuk survive di model penjajahan ini kita sebagai mahluk hidup mesti mampu berdaptasi dengan cara belajar bahasa terkait. Sebenarnya pemerintah sudah memasukkan pembelajaran bahasa inggris dalam kurikulum sekolah mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi dengan harapan seluruh warga negara Indonesia mampu secara pasif dan aktif menggunakan Bahasa ini. Apakah berhasil? Jawabannya tidak sama sekali, sebagian malah berpendapat mata pelajaran ini sangat menakutkan, susah sampek ke ubun-ubun, atau malah tidak mendapatkan apa-apa dari pembelajaran dikelas. Bahkan di level universitas sendiri. Bagaimana saya bisa tau tentang hal ini? Saya ada lah korban dari kurikulum dan pernah hidup di pare untuk beberapa bulan. Menurut saya, kedepan bahasa inggris akan digunakan disetiap lini kehidupan kita walaupun itu di Indonesia, saya berkenyakinan itu. Alasan-alasan diatas mendasari saya untuk belajar bahasa inggris disini. 


Tempat yang pas, harga terjangkau, dan sangat efektif ( menurut saya ) adalah desa telung rejo, pare, Kediri atau orang-orang lebih mengenal dengan istilah kampung inggris. Disebut kampong inggris karena dulunya hampir semua orang yang terlibat di industri ini menggunakan Bahasa inggris dan lingkungan pergaulan berbahasa inggris serta sejarah yang sangat melakat disetiap sudutnya. Kampung ini tidak baru berdiri 5-10 tahun yang lalu namun sejarahnya sudah di kenal dan dimulai semenjak puluhan tahun yang lalu.

Ada beberapa point yang membuat tempat ini cocok dijadikan tempat belajar sambil liburan bagi teman teman semua, atau malah pelarian.

1. Perasaan senasib.
Senasib tidak mengerti Bahasa inggris, senasib tidak mendapatkan kerja, senasib tidak mendapatkan universitas, patah hati, mencari jodoh, dan banyak alasan lainnya sebagai alasan orang pergi ke pare, tumpah ruah dijalanan di desa ini. Hasil dari sensus kasar saya lebih dari 1500 sepeda onthel di pinjamkan setiap periode yang berarti terdapat lebih dari 1500 manusia belajar dalam satu lingkungan dan dirasa atau tidak atmosphere ingin belajar disini sangat luar biasa terasa cetar membahana.

2. Lingkungan yang sangat Deso.
Terperangkap macet tiap hari, terperungkup dengan gadget setiap detik, polusi yang sangat tidak sehat, Indomaret dan alfamart. Tenang anda tidak akan menemukan hal-hal itu disini, disini pure lingkungan desa yang sangat cocog buat berlibur sambil belajar. Atau merenung sambil belajar, atau bahkan lari dari kenyataan sambil belajar.

3. Sepeda pancal setiap hari.
Alat tranportasi yang paling manjur banyak dan menyenangkan. Sepeda onthel, start from IDR 70000 tergantung dari model akan mengantarkan anda dari satu tempat kursus ke tempat kursus lain sambil menghirup udara pedesaan yang sejuk (dipagi hari). Kegiatan ini bisa juga menjadi alternative bagi teman-teman yang ingin diet sehat namun malas berolah raga.

4. Anak muda yang silih berganti.
Kelas dipare dimulai setiap tanggal 10 dan 25 setiap bulannya, satu kelas bisa berdurasi 10 pertemuan sampai 3 bulan preprogram tergantung program dan tempat kursusnya yang berarti setiap tanggal itu teman-teman akan disuguhkan dengan penampilan-penampilan baru dan muka-muka baru.

5. Tempat les yang luar biasa banyak.
Kalo dijumlah, saya pribadi tidak tau jumlah persis tempat les terkadang seperti jamur di musim hujan, ada juga tempat les yang musiman ada juga yang konsisten menjalankan program-program pembelajaran secara berjenjang. Karena keterbatasan informasi di internet dan infromasi yang diberikan di kursusan kurang objektif maka teman-teman harus seselektif mungkin memilih tempat kursusan karena akan berdampak pada proses belajar, uang, serta waktu yang sudah terbuang.

Pergi kekampung inggris tidak serta merta langsung bisa berbahasa ingrish secara aktif dan pasif. Semua perlu proses dan setiap orang memiliki daya serap, tujuan , dan waktu berbeda-beda untuk berproses sehingga membuat hasil dari belajar disana berbeda. Ada yang hanya 3 bulan langsung bisa, ada yang 10 bulan belum bisa apa-apa. Melalui blog ini saya pribadi ingin menyampaikan uneg-uneg serta sharing cerita tentang kampung inggris beserta kehidupan disana. Teman-teman blog bisa bertaya langsung di comment maupun mengirimkan email ke wildanirfansyah@gmail.com.